Minggu, 22 Agustus 2010

Semarang Dominasi Poomsae Kejurnas

Semarang, CyberNews. Para atlet taekwondo nomor poomsae (kerapian jurus) Kota Semarang mendominasi tim Jateng yang diterjunkan dalam kejurnas di Malang, baru-baru ini.

Kontingen Jateng meraih satu emas di nomor poomsae dan emas itu disumbangkan atlet Semarang Lessitra Draningrati di nomor perseorangan putri. Pelatih Poomsae Semarang Supriyanto SSos mengatakan, di ranah Jateng, Semarang masih mendominasi taekwondo termasuk poomsae.

Tim poomsae Jateng di Malang beranggotakan tujuh atlet, lima di antaranya berasal dari Kota Lunpia. Selain mendapatkan satu emas, poomsae Jateng juga meraih dua perak dan dua perunggu.

Dua perak diraih dari nomor pasangan (Adrian Setiaji/Domas Ayu) dan nomor beregu putri (Domas, Ita, dan Lessitra). Untuk dua perunggu masing-masing diraih Domas dari nomor perseorangan putri dan beregu putra (Tigor, Prasetyo, Mahendra). Kecuali Mahendra dan Ita yang berasal dari Salatiga, semua atlet poomsae Jateng berasal dari Semarang.

"Memang kalau di tingkat Jateng, poomsae Semarang masih mendominasi. Tetapi perkembangan olahraga ini mulai merata terbukti Jateng hanya mampu meraih posisi ketiga khusus nomor poomsae," kata Supri yang juga pelatih poomsae Jateng di kejurnas itu

Meski begitu, kata Puket III Stimart Amni itu, Pengcab TI Kota Semarang perlu segera melakukan regenerasi atlet guna dipersiapkan dalam berbagai even mendatang. Sebab stok atlet yang berprestasi saat ini merupakan atlet lama dan belum tentu di Porprov 2013 mereka bisa berlaga kembali.

"Sebagian atlet senior Semarang saat ini menghuni pelatnas. Selain itu beberapa atlet peraih emas Porprov lalu sudah terlalu tua untuk terjun lagi di Porprov mendatang," katanya.

Soal regenerasi, Supri mengaku tidak khawatir tentang potensi atlet Semarang. Animo masyarakat terhadap taekwondo di kota ini cukup tinggi sehingga tak terlalu sulit untuk mencari bibit baru. Kini tergantung bagaimana mengelola mereka untuk menjadi atlet yang berprestasi.
(Kundori Rakasiwi/CN26)

Yogyakarta Mengirim 37 atlet Tae Kwon Do dalam Kejurnas 2010

JOGJA- Pengprov Taekwondo Idonesia (TI) DIJ mengirimkan 37 atlet taekwondoin dalam kejuaraan nasional (Kejurnas) Taekwondo Junior dan Poomsae 2010 yang digelar pada tanggal 4 – 7 Agustus di GOR Ken Arok Malang. Tim yang dipimpin Head of Team Ir Ruddy Koeshardijanto (Sekum Pengprov TI DIJ) dan Wesley sebagai Manager Team akan bertanding di nomor Kyoruki (Fighting) maupun Poomsae (Jurus). Ikut mendampingi tim Ketua Umum KONI DIJ yang juga Dewan Pembina TI GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi serta KPH Indrokusumo (Sekum KONI DIJ).

Mereka yang dikirim antara lain Sunu Arif (Under 54 Senior Putera), Anton Saputro (Under 80 Senior Putera), Uswatun Khasanah (Under 46 Senior Puteri), Nadea (Under 73 Senior Puteri), Fuad Rahmad (Under 55 Yunior Putera), Farida Nur’laela (Under 46 Yunior Puteri), Galang Puteri (Under 49 Yunior Puteri), Fisna Deska (Under 55 Yunior Puteri) untuk nomor kyoruki.

Sedang dari kategori poomsae antara lain Danny Harsono (Perorangan Putera); Sanny Harsono (Perorangan Puteri); Don Bosco E.S.P, Asep Santoro dan Setyawan (Beregu Putera); Mellysa Padma, Lydia Wahyu dan Elli (Beregu Puteri); Don Bosco E.S.P dan Mellysa (Pair / Pasangan). Diharapkan dapat meraih hasil yang memuaskan.

Team Taekwondo DIJ ini juga didampingi enam pelatih. Yakni Huhu Martono, Rahmi Kurnia, Devi Tirtawirya, Budi Setiadi Ibrahim, Hardyanto Budi Darmo, Fitri Yulianto.
Prabukusmo berharap para atlet DIJ dapat memberikan yang terbaik untuk DIJ dengan memperoleh hasil yang baik. Dukungan KONI DIJ dan Pengprov TI DIJ kepada para atlet sangat maksimal dan semua yang dikirim dalam kejurnas kali ini merupakan atlet DIJ yang terbaik. ”Sukur-sukur nanti bias merebut juara sehingga bias mewakili Indonesia di kejuaraan Youth Olympic tahun ini di Singapore,” harapnya.

Rabu, 04 Agustus 2010

Perlengkapan Tae Kwon Do-in

Krakatau Taekwondo Club intensifkan pembinaan

MEDAN - Pasca meraih gelar juara umum pada Kejuaraan Antar Klub Pra Junior Se Sumut, Dojo Krakatau Taekwondo Club Medan terus mengintensifkan pembinaan atlet dengan menggelar TC berjalan bagi atlet berbagai kelompok umur.

“Tekad kita dapat memberikan kontribusi atlet berprestasi bagi Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sumut, sehingga kembali meraih prestasi gemilang pada berbagai event nasional dan internasional mendatang,” ujar Ketua Umum Dojo Krakatau Taekwondo Club Drs M Rivai MPd di Medan baru-baru ini.

Dikatakan, Dojo Krakatau melakukan pembinaan dimulai dari atlet pemula dan pra junior sebagai bentuk pembinaan jangka panjang. “Pembinaan seperti ini akan berjalan dengan baik, jika dibarengi banyaknya kejuaraan untuk menambah jam terbang atlet, sekaligus ajang evaluasi,” katanya.

Sebelumnya, Dojo Krakatau Taekwondo Sumut yang diasuh pelatih Suyono, M Said dan Albar tampil sebagai juara umum event bertajuk ‘Kejuaraan Terbuka Piala Bergilir Krakatau Club’ akhir Juli lalu di Gelanggang Remaja Medan. Dojo Krakatau berhasil meraih 11 emas, 7 perak dan 9 perunggu serta Aisyah Nasution tampil sebagai atlet terbaik.

Medali emas diraih M Sahru, M Akmal Duha, Aris Iswadi, Aisyah Nasution, Melva C Saragih, Anggara, Aditya Ramadhan, Cavin F Sinaga, Ari Azwara, Al-Ridho Syahbana dan Rizki Andriani.

Perak diraih oleh M Andika, Rivaldi Sigalingging, Ronaldo Sigalingging, Gani Akbar, Anissa Rizqia, M Salam dan Bagus Febrananda. Sementara itu, medali perunggu dipersembahkan Davis S Damara, Yanuar Wijayanto, Rifki Ikhsanul, Bambang Gunawan, Wanda Surbakti, Andre Yosua dan Fridaka.
(dat08)

15 Atlet Siap Berlaga di Kejurnas Taekwondo Indonesia

Bobby : Saatnya Harumkan Nama Sumut

Medan (SIB)
Sebanyak 15 taekwondoin Sumut siap berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Indonesia yang akan digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Ken Arok Malang, Jawa Timur, pada 4-7 Agustus mendatang.
Para atlet bersama ofisial diberangkatkan Ketua Harian Pengrov TI Sumut Sofian Siregar, Ketua Pengcab TI Medan Bobby Octavianus Zulkarnain serta pengurusnya lainnya dari Bandara Polonia, Minggu (1/8). Sofian Siregar mewakili Ketua Pengrov TI Sumut Meherban Shah mengatakan supaya atlet berjuang keras guna meraih medali emas. “Berjuanglah dengan sekuat tenaga guna meraih hasil maksimal,” ujarnya.
Sementara Bobby Octavianus Zulkarnain mengharapkan para taekwondo terutama 9 atlet yang berasal dari Medan mengharumkan nama Sumut dengan meraih medali emas. “Sembilan taekwondoin Medan yang terpilih membela Sumut harus berjuang keras dan berprestasi dengan menyumbangkan medali emas,” harap Bobby. Ditambahkannya, sudah saatnya para taekwondoin Sumut untuk berprestasi seperti yang diraih pada tahun-tahun sebelumnya. “Dulu para taekwondoin Sumut sangat ditakuti daerah-daerah lain. Namun belakangan ini prestasinya mulai menurun. Dan kinilah saatnya Sumut harus bangkit dengan membuktikan diri sebagai rajanya taekwondo,” tegas Bobby lagi.
Bobby juga berjanji akan memberikan bonus bagi taekwondoin Medan yang berhasil menyumbangkan medali emas. “Dapat medali emas, saya akan memberikan bonus,” jelasnya.
Para atlet yang ikut ke kejurnas sebelumnya melakukan pelatda di Asmara Haji Medan di bawah asuhan Raja ‘Ucok’ Hutahaean.
Ke-9 atlet taekwondo Kota Medan yang ikut kejurnas untuk kelompok senior yakni Azwar Anas (under 68 kg), Yuda Syahputra (under 74 kg), Martin Yudha (under 86 kg), Suzi Amanda S (under 53 kg), Nur Revani S (under 57 kg). Sedangkan kelompok junior yakni Ferwandes (under 45 kg), Nurdiah (under 55 kg), Ridwan (under 51 kg) dan Oppie (under 63 kg).
Sedangkan 6 atlet lainnya yakni Bismar Sibuea (P. Siantar, under 58 kg), Basuki Nugroho (Pelatnas), Wenny (Tanah Karo, under 46 kg), Dewi Anggraini (D.Serdang, under 62 kg), Astuti Anggraini (D. Serdang, under 67 kg). Sedangkan kelompok junior, Lury Hutajulu (T. Karo, under 68 kg). (R12/q)

Disabled Woman Without Arms Goes for Taekwondo Black Belt


An amazing story of how one woman defied the odds to achieve her martial arts dream.

When Sheila Radziewicz was born without arms or kneecaps, doctors said it was doubtful whether she would live or not and she would certainly never walk. Now with an extraordinary amount of determination and courage, the 32-year-old from Massachusetts is not only walking, she's about to get her black belt in taekwondo.

Diagnosed with thrombocytopenia-absent radius, known as TAR syndrome at birth, Radziewicz learned from an early age that she had to be independent if she was going to have the quality of life she craved. Wearing thigh-high leg braces (similar to those worn by Tom Hanks in Forrest Gump), she got through school, left home at 19 and four years later got her driver's license in a specially built car that she drives with her feet.

"I grew up with the phrase, 'the impossible only takes a little longer,'" she told her local newspaper, Salem News. Having discovered taekwondo three years ago, Radziewicz said the sport has helped her deal with the daily stresses of life. "It's nice to have an outlet where you can just kind of empty your mind," she said, adding that the prospect of achieving the much coveted black belt status next month was "really exciting."

Working as a local advocate coordinator for Healing Abuse Working for Change, a charity that helps victims of domestic abuse, Radziewicz never misses training at Bruce McCorry's Martial Arts school. "She is a very motivating person for myself," said the owner, while her instructor Sandra LaRosa added: "She never feels sorry for herself."

It just goes to show that anyone can be happy, successful and lead a fulfilling life. Good luck to Sheila Radziewicz. We salute you!

site link = http://www.tonic.com/article/disabled-woman-without-arms-goes-for-taekwondo-black-belt/

The story was wrried in the Salem News in U.S.A on May 6, 2010

The Tenets of Taekwondo






Courtesy (Ye Ui). To be thoughtful and considerate of others. Taekwondo practisers (both students and instructors) should be polite, and show consideration for others.

Integrity (Yom Chi). Integrity describes how you should interact with others. To be honest and good, earn respect and trust.

Perseverance (In Nae). This basically stands for your internal drive. Challenges allow us to improve ourselves and should therefor not be avoided.

Self control (Guk Ki). To have control of your body and mind. A Taekwondo student should practice controlling his actions and reactions.

Indomitable spirit (Baekjool Boolgool). To have courage in the face of adversity. A Taekwondo student should never be dominated by, or have his spirit broken by another.

Struktur Dojang Rajawali

Coach Profile


Contact Information
Name : Trissyono Sinaga
Address :
Cell phone : 0813 9091 2009 and 024-740 34127

Personal Information
Date of birth : October 1th 1980
Place of birth : Semarang
Citizenship : Indonesia
Sex : Male

Optional Personal Information
Marital Status : Marriage

Professional Qualification
Officially of Coach since 1994
Graduated of DAN I on 2006
graduated of DAN II on 2009

Achievements Sport Tae Kwon D0
1994 : National Championship in Jakarta from Medan (Gold Medal)
1997 : LG Cup in Jakarta from Medan (Silver Medal)
1998 : Regional Championship in Medan (Gold Medal)
1999 : PON XIII in Surabaya (Silver Medal)
2007 : PORWAKOS in Semarang (Silver Medal)
2008 : PORWAKOS in Semarang (Gold Medal)

Award
2000 : Coach on National Championship between university region V by Atma Jaya University of Yogyakarta
2006 : Coach on Open Tae Kwon Do Student Championship by Kristen Duta Wacana University of Yogyakarta
2007 : Coach on Tri Dharma Cup with category “Best of the best” by Tri Dharma